Senin, 25 Desember 2017

Profil Gaston Salasiwa, Pemain Belanda Berdarah Maluku yang Akan Bela MU

Madura United resmi mendatangkan pesepakbola Belanda keturunan Maluku yang pernah bermain di Telstar dan Eerste Divisie, Gaston Salasiwa. Meski kedua timnya berada di kasta kedua Liga Belanda, kedua tim tersebut lumayan cukup dikenal publik Belanda.
Manajer Madura United, Haruna Soemitro, menegaskan bahwa Gaston masih berstatus sebagai warganegara Belanda, namun ia sedang dalam proses naturalisasi sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
“Gaston saat ini dalam proses naturalisasi. Kita sudah ada kesepakatan untuk langsung tandatangan kontrak dengannya. Untuk penambahan pemain naturalisasi itu sangat mungkin bertambah lagi. Tetapi kita lihat perkembangan terlebih dahulu hingga akhir Desember ini,”  kata Haruna, dilansir dari laman resmi klub.

Gaston lahir di Zaandam, Belanda, 31 Agustus 1986. Setelah menimba ilmu di akademi sepakbola Ajax Amsterdam, ia bergabung dengan akademi sepakbola AZ Alkmaar. Gaston pun memulai karier profesionalnya di klub asal Belanda, AZ Alkmaar. Lalu, dia bergabung dengan Telstar, sebelum akhirnya bergabung dengan Almere City pada 2014 lalu.
Gaston sendiri sempat mencicipi atmosfer sepakbola Indonesia. Pada 2012 dia sempat membela Bintang Medan di kompetisi Indonesian Primer League.\
Sebelum bergabung bersama Madura United, pesepakbola ini berposisi sebagai gelandang di klub Liga 2 Belanda, Almere City.
Diketahui sudah sejak lama memang darah keturunan Maluku ini ingin bela Timnas Indonesia. Terbukti dari pemberitaan beberapa media di Indonesia. Dari pemberitaan yang beredar, Gaston sendiri sempat meng-capture beberapa pemberitaannya dari Indonesia dan dimasukkan kedalam akun instagramnya, @gassao.
Ayah Gaston, Johnny Salasiwa, lahir dan besar di desa Waeputih, Pulau Buru, Ambon Maluku. Takdir membawa sang ayah menemukan jodohnya, ibu dari Gaston, Joke Salasiwa Sopjes, di Belanda. Membuat Gaston harus besar di negeri Kincir Angin itu. Kini, Gaston telah miliki tiga orang anak.
Jhonny Salasiwa dan Gaston Salasiwa
Sebenarnya di tahun 2011 lalu, Gaston sudah memiliki banyak tawaran dari berbagai klub di Indonesia. Namun dirinya masih ingin menjajaki kariernya di Belanda. Kini, menurutnya waktunya sudah tepat untuk dia kembali setelah sempat bela Bintang Medan. Gaston akan merasakan sengitnya kompetisi Liga 1 musim 2018 mendatang bersama Madura United.
Meski tinggal jauh dari Tanah Air, diakui Gaston adalah sosok yang mencintai Indonesia. Selain sering berkunjung ke kampung halamannya, Gaston miliki tatto dipunggungnya yang bertuliskan Waeputi. “Kenapa saya pilih tulisan Waeputi? Itu desa tempat ayah saya dilahirkan yang juga berarti kampung halamanku,” terang Gaston dilansir dari Tribunnews.
Terbukti dari laman instagramnya, Gaston juga sering membagi momen-momennya saat berada di kampung halaman sang ayah.
Skill Gaston juga tak main-main, di Liga 2 Belanda, Gaston merupakan salah satu gelandang serang cukup mumpuni.
Dari data di transfermarkt, terbukti dirinya pernah bermain di Jupiler Klub, Liga Primer di Belgia, dengan mencatat 17 kali bermain, dua gol, tiga assist, dengan jumlah 1.530 menit bermain.
Sementara di KNVB Beker Cup musim ini, Liga 2 Belanda, ia tercatat bermain sebanyak dua kali, dengan total 180 menit.


http://www.indosport.com/sepakbola/20171220/gaston-salasiwa-pemain-belanda-berdarah-maluku-akan-bela-mu

Sabtu, 16 Desember 2017

Cerita Bocah Mampang Prapatan yang Berlaga di Liga Spanyol

Angga Rezky Fitrasipan adalah seorang pesepakbola 17 tahun asal Indonesia yang sekarang merumput di Liga Spanyol. Bocah kelahiran Mampang Prapatan, 17 tahun silam ini rupanya telah sejak kecil mengikuti latihan di Spanyol.

Angga awalnya ikut sang ayah, Paiman yang bekerja sebagai pegawai salah satu hotel di Spanyol. Namun keinginan anak pertama Paiman yang ingin berlatih sepakbola ini mendapat restu dari sang ayah. Bahkan Paiman rela antarjemput Angga selama menjalani sesi latihan.

Menjadi satu-satunya anak dari Asia yang berhasil tampil di Spanyol membuat Angga makin dikenal. Berikut INDOSPORT merangkum lima fakta menarik Angga Rezky, bocah kelahiran Mampang Prapatan yang berlaga di Liga Spanyol

Menjadi Satu-Satunya Anak Asia yang Bermain Bola di Spanyol
Angga menjadi satu-satunya pesepakbola asal Asia, yang membela timnya, LA Union di Spanyol. Tak heran jika penampilannya menarik perhatian. Bahkan dengan potongan rambut Mohawk nya membuatnya dijuluki "Neymar dari Indonesia."  Koran bergengsi Spanyol bahkan menampilkan foto Angga, ketika mengikuti kursus di akademi Real Madrid.

Sudah Mencicipi Dua Klub di Liga Spanyol
Dalam perjalanan karirnya, bocah luar biasa ini telah mencicipi dua tim di Spanyol. LA Manga dan klubnya saat ini LA Union. Dalam perjalanan kariernya, Angga tak pantang menyerah meski menghadapi saingan yang miliki skill jauh diatasnya.
Terbukti selama kiprahnya di karier sepakbola Spanyol, Angga berhasil menembus pemusatan latihan klub elit Spanyol. Diantaranya ada klub besar sekelas Real Madrid di tahun 2012 lalu dan Barcelona di tahun 2014.

Berposisi Sebagai Gelandang Sayap
Berposisi sebagai gelandang sayap, Angga memiliki drible yang ciamik dan akurasi passing yang sangat menawan. Meski jarang mencetak gol, namun gol-gol yang tercipta dari rekan setimnya adalah hasil assist darinya.
Sang ayah menuturkan ciri khas bermain anaknya yang tiap hari ia antarjemput ke tampat latihannya ini “Ciri khas permainannya dia lebih dominan di dribbling, passing juga bagus, walaupun tidak banyak cetak gol, Angga lebih banyak assist, saat ini kecepatannya juga tidak kalah dengan dengan orang lokal Spanyol yang secara fisik memiliki postur yang lebih besar dan tinggi,” ungkap Paiman, dilansir ligakg.kompas.id.

Sudah Sejak 6 Tahun Dibawa Ayahnya Tinggal Spanyol
Angga sangat menyukai Neymar Jr itu juga bahkah pernah berfoto bareng dengan sang idola. Dilansir dari sepakbolanda.com, ayahnya Paiman, yang menyebarkan foto tersebut ke salah satu rekannya di Indonesia yang kemudian di unggah ke Twitter.
Sejak itu Paiman terus meng-update informasi soal putra pertamanya ini. Menurut Paiman, Angga dibawa ke Spanyol sejak berumur 6 tahun. Pria 44 tahun itu tinggal di salah satu daerah di Spanyol, Murcia. Ia tinggal bersama istrinya Isnaeni dan kedua putranya.

Paiman sendiri mengaku masih berpaspor Indonesia, dirinya enggan pindah warga negara karena ingin anaknya berkontribusi untuk Indonesia.  "Kami ingin sepak bola Indonesia maju oom. Dan sampai sekarang kami masih mempertahankan paspor Indonesia,” katanya, dilansir dari sepakbolanda.com.
Paiman menuturkan meski sudah 11 tahun tinggal di Spanyol, ikatan dirinya dengan Indonesia masih sangat kental. Paiman dan keluarga  masih suka makanan tradisional.

Pernah Bertemu Skuat Mitra Kukar Kala Mereka Bertandang ke Spanyol

Ketika Mitra Kukar melakukan tur Eropanya tahun 2013 lalu, Paiman sekeluarga sempat menemui skuat asal Kalimantan Timur itu. Dirinya dan Angga juga sempat berfoto dengan para pemain dan pelatih klub yang saat itu melatih Mitra Kukar, Stefan Hasson.

Jumat, 03 November 2017

Orang Australia Turut Campur dalam Duel Sengit Persija vs Persib


Evans Shaun Roberts, wasit asal Australia yang akan memimpin duel sengit antara tuan rumah Persija Jakarta dan PERSIB pada lanjutan Go-Jek Traveloka Liga 1 pekan ke-33 di Stadion Manahan, Solo.
Ini merupakan pertandingan kedua yang akan ia pimpin selama musim Liga 1 Gojek Traveloka. Yang pertama adalah saat laga kontra PS TNI pekan ke-18 lalu. Pertandingan Persib versus PS TNI itu juga merupakan debut Evans memimpin laga di Indonesia.
Wasit langganan A-League ini akan berupaya menampilkan standar terbaik dalam memimpin pertandingan seperti yang tertera di Laws of the Game.
"Saya datang kesini untuk membantu dan memantapkan standar tertinggi seperti yang kami lakukan di A-League di sepakbola Indonesia, kami pasti akan melakukan yang terbaik dan menjadi contoh yang baik bagi liga teratas di Indonesia," ujarnya seperti dikutip dari rilis PSSI, Kamis (03/08/17).
Pertandingan antara Persija vs Persib akan di laksanakan pukul 15.00 WIB di Stadion Manahan, Solo. Para skuad dari kedua tim sama-sama mengenakan jersey utamanya.
Macan Kemayoran selaku tuan rumah tentu akan mengenakan jersey utama berwarna oranye. Sementara Persib akan mengenakan seragam tempur kebanggaan berwana biru, celana biru, dan kaos kaki biru dengan kombinasi hitam. Untuk posisi penjaga gawang, baju hijau, celana hijau, dan kaos kaki hijau strip hitam.

http://www.indosport.com/sepakbola/20171103/orang-australia-turut-campur-dalam-duel-persija-vs-persib

Gol Spasojevic Samakan Kedudukan, Mitra Kukar Tak Jadi Menang

Laga pekan ke-33 Liga 1 2017, Jumat (03/11/17) ini akan digelar pukul 16.00 WITA dan akan ditayangkan live delay-nya di salah satu tv swasta pada pukul 19.30 WITA atau 18.30 WIB.
Ini jadi laga home terakhir yang dijalankan Mitra Kukar di Liga 1. Pelatih Mitra Kukar, Yudi Suryata mengakui laga melawan Bhayangkara akan menjadi partai berat buat Naga Mekes.
Mengingat Bhayangkara FC adalah salah atu calon kuat juara Liga 1 2017, dengan koleksi 62 poin, awalnya Yudi Suryata meyakini anak asuhnya bakal tampil maksimal agar tak menuai hasil memalukan lagi di kandang sendiri.
"Besok laga home terakhir. Jadi kami minta tim tampil maksimal. Jangan sampai kita punya kesan tidak baik di Tenggarong."
"Kami mengharapkan poin penuh," kata Yudi dalam konferensi pers di Stadion AJi Imbut, Tenggarong, Kamis, sebelum pertandingan (02/11/17), yang dikutip dari Tribun Makassar.
Namun Dewi Fortuna sedak tak berpihak pada Mitra Kukar, di menit ke-56 Spaso berhasil menjebol gawang Gerri Mandagi sehingga berhasil menyamai kedudukan. Sebelumnya Mitra Kukar sempat memimpin laga atas Bhayangkara lewat gol Marclei Cesar Santos pada menit ke-11 lewat titik putih. 
Sepanjang 45 menit pertama, pertandingan berlangsung seru dan panas. Wasit mengeluarkan tiga kartu kuning. Dua untuk pemain Mitra Kukar dan Jorge Gotor Blas Inkyun Oh serta Awan Setho Raharjo.

Senin, 30 Oktober 2017

Mengenal Cucu Mantan Gubernur Maluku Utara yang Rajin Cetak Gol untuk Bhayangkara FC

Aksi Ilham Udin Armayin melewati beberapa pemain belakang Borneo FC. Herry Ibrahim/INDOSPORT

Usianya masih cukup muda, yaitu baru berumur 21 tahun. Namun Ilham Udin Armaiyn mampu bersaing dan menembus skuat inti Bhayangkara FC yang diselimuti oleh pemain bintang dan berpengalaman.
Walau sempat redup pasca keberhasilannya bersama Tim Nasional Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 tahun 2013, pemain yang berposisi sebagai winger ini tumbuh menjadi pemain matang bersama Bhayangkara FC.
Sejauh kompetisi Gojek Traveloka Liga 1 Indonesia musim 2017, Ilham Udin mampu menarik perhatian pelatih Bhayangkara FC, Steve McMenemy. Menurut dari situs resmi Liga 1, Ilham Udin tercatat sudah mengukir 8 gol dan 1 assist dari 28 pertandingan.
Nama Ilham Udin sendiri kembali menjadi sorotan seiring hasil mencengangkan yang diraih Bhayangkara FC di Liga 1. Klub yang bermarkas di Stadion Patriot, Bekasi, itu menjadi salah satu kandidat juara Liga 1 musim ini.
Lalu siapa sebenarnya Ilham Udin? Pemain bernomor punggung 20 itu lahir di Ternate pada 10 Mei 1996. Dan ternyata, dia adalah cucu dari tokoh penting di daerah tempatnya lahir, yakni Thaib Armaiyn, mantan Gubernur Maluku Utara selama dua periode, 2002 hingga 2013.
Di dunia si kulit bundar, Ilham Udin mulai dikenal karena penampilannya bersama Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF junior tahun 2013. Saat itu Garuda Muda yang ditangani oleh pelatih Indra Sjafri menjadi juara.
Tak hanya itu, Ilham Udin ternyata sudah menjadi anggota tim nasional sejak level U-15 dan U-17. Bahkan ia dipercayai menjadi kapten dan berhasil membawa Timnas U-17 berjaya pada HKFA International Youth Invitation Tournament 2012 di Hong Kong.
Terakhir, pelatih Timnas Senior Indonesia Luis Milla untuk pertama kalinya memanggil Ilham Udin dalam laga uji coba FIFA melawan Kamboja, Rabu (04/10/17).
Kini mampukah Ilham Udin membantu Bhayangkara FC mencetak sejarah di sepakbola Indonesia? Bhayangkara FC kini mengumpulkan 62 poin dari 31 pertandingan. Dan hanya bisa disamai oleh PSM Makassar, namun sudah mencatat 32 pertandingan.
Penulis: Alfia Nurul Fadilla

Jak Angel Siap Kepanasan dan Kehujanan untuk Duel Persija vs Persib

Stadion Patriot Candrabaga, Bekasi, dipastikan akan dibanjiri oleh suporter Persija Jakarta ketika tim kesayangan mereka menjamu Persib Bandung, pada laga lanjutan Gojek Traveloka Liga 1 Indonesia musim 2017, Jumat (03/11/17).
Salah satu kelompok suporter Persija, Jak Angel, juga akan turut mewarnai duel Persija vs Persib. Meski mereka adalah sekelompok wanita, mereka membuktikan loyalitasnya dengan datang ke stadion, dan tidak hanya nonton melalui layar kaca.
Bukti dari kesetian Jak Angel kepada Tim Macan Kemayoran adalah mereka rela pergi jauh-jauh Bekasi untuk menonton langsung. Apalagi pada laga nanti adalah pertandingan penting karena Persija akan berhadapan musuh bebuyutan mereka Persib.
Hujan dan panas tak menghalangi niat para Jak Angel untuk mendatangi stadion pada laga melawan Persib Bandung Sabtu nanti. Seperti pernyataan di Instagram milik salah satu Jak Angel sebagai berikut.
"#1JakAngel1Tribun Pas match lawan Persib siapkan diri kalian penuhi tribun nya… Tribun timur kursi merah… jgn takut kepanasan karena suporter itu hujan dan panas bukan halangan #cewekharusbedadanberani," tulis salah satu anggota Jak Angel dalam akun @desiiseptian28, yang menampilkan foto dari Instastory milik akun @temmymeliana78.
http://www.indosport.com/sepakbola/20171030/jak-angel-siap-kepanasan-dan-kehujanan-untuk-dukung-persija

Kamis, 24 November 2016

Cerdas Bersosial Media

Media sosial sekarang ini banyak macamnya, seperti instagram, path, facebook, twitter, dan lain sebagainya. Sehingga masyarakat sekarang ini makin mudah untuk memperoleh informasi dari berbagai sumber. Tingkat kepemilikan gadget warga yang meningkat pada zaman sekarang juga mempengaruhi penggunaan sosial media.
Dahulu, sosial media yang sering digunakan hanyalah email itu pun digunakan bagi kalangan pekerja saja, sekarang siapa pun bisa mengakses informasi yang disediakan oleh sosial media.
Waktu bersosial media juga hampir mengalahkan waktu kerja dalam sehari. Setiap detik masyarakat memperbarui informasi melalui social media.
Menurut Rendy (23), ia membuka social medianya bisa lebih dari dua puluh kali sehari. Mengetahui berita terkini dan untuk lebih mengetahui issue yang sedang hangat adalah alasannya menggunakan sosial media.
Saking mudahnya masyarakat mengakses sosial media, informasi yang diterima juga beragam dan kadang mengandung unsur provokasi yang berusaha menjatuhkan kalangan tertentu. Ini bisa mengakibatkan perbedaan pendapat dalam masyarakat sehingga dapat memecah belah suatu kelompok tertentu. Social media seharusnya digunakan untuk media dakwah dan menyebarkan informasi yang bermanfaat bukan malah sebaliknya.
Seperti yang terjadi baru-baru ini, kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubenur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama yang terjadi karena video yang diunggah dalam social media. Banyaknya perbedaan pendapat memecah belah menjadi kubu yang membela dan menyalahkan, yang puncaknya terjadi dalam aksi damai pada 4 November lalu.
Oleh karenanya, masyarakat dituntut untuk bisa lebh cerdas dalam bersosial media. Menyaring informasi yang diterima sangatlah diperlukan, jangan mudah emosi ketika membaca suatu informasi yang tidak sesuai normanya tanpa mengetahui sumbernya yang jelas.
Untuk pengguna sosial media juga diharapkan untuk tidak menulis kata-kata yang mengandung unsur SARA atau menjatuhkan suatu kubu tertentu yang bisa menimbulkan reaksi negatif orang banyak. Mari ciptakan suasana Indonesia yang aman, nyaman, dan damai tanpa adanya perpecahbelahan yang terjadi pada masyarakatnya sendiri. (Alfia Fadilla)