Halo teman-teman. Sudah
lama tidak membuat tulisan dalam blog. Terakhir aku menulis beberapa bulan
lalu, itupun hanya me-repost tugas
kuliah ku.
Sekarang aku akan
berbagi cerita kenapa aku ingin menjadi seorang wartawan andal. Ya, awalnya
inginku bukan menjadi seorang wartawan. Aku ingin berkarya di dunia film,
menjadi seorang sutradara yang bisa menghasilkan film-film keren. Berawal dari
sejak aku masuk sekolah menengah kejuruan jurusan multimedia, minatku dalam
dunia film mulai tersalurkan dengan adanya beberapa materi tentang film juga
prakteknya langsung.
Kenapa film? Karna
menurutku, lewat film aku bisa menyalurkan suasana hati atau sesuatu yang ingin
ku ceritakan lewat cerita dalam film. Proses pembuatannya pun juga yang membuat
aku makin menyukai dunia film waktu itu. Berbagai seminar serta lomba film kucoba,
terakhir yang paling membanggakan bagiku adalah ketika filmku masuk ke nominasi
sepuluh besar peserta short movie festival Insomnia 60 yang diadakan SMAN 60
Jakarta. Itu tingkat nasional lho!
Beberapa film yang
pernah aku garap ialah Kado Terindah Untuk Kakak, Janji, Gara-Gara Si Dumay dan
beberapa film lainnya. Kebanyakan film
yang kubuat merupakan murni hasil karyaku dan beberapa teman di sekolah. Selain
terlibat dalam pembuatan film, aku pernah beberapa kali menjadi pemain dalam
filmya juga, lho!
Sempat terfikirkan
ketika lulus sekolah nanti aku ingin melanjutkan kuliah ke jurusan broadcasting agar aku bisa mendalami
dunia film. Tapi orang tua menolak karena ketiadaan biaya. Aku bisa melanjutkan
kuliah asal sudah punya penghasilan sendiri. Kecewa sudah pasti, tetapi jika
tak mampu aku pun tak paksakan.
Sampai akhirnya aku
mengetahui info beasiswa dari teman yang berkuliah di Politeknik Negeri
Jakarta. Ia bilang aku bisa kuliah gratis tanpa biaya. Semangatku menggebu lagi
saat itu. Aku bertekad untuk bisa mendapatkan beasiswa itu. Sampai akhirnya
pihak sekolah mengumumkan beasiswa di PNJ, dan hanya memilih lima siswa yang
akan mendaftar dari satu sekolah.
Setelah di seleksi, aku
pun lolos dan bisa mendaftar. Sampai akhirnya lolos beberapa tahap dan….. Ya! Sekarang
aku berkuliah disini, di Politeknik Negeri Jakarta jurusan jurnalistik yang
dulu ku kira adalah masih bagian dari kampus UI.
Waktu memilih jurusan
jurnalistik, aku juga sempat kebingungan. Apa aku bisa ada di jurusan ini? sementara minat ku bukan disini. Tapi semua kujalani karena fikirku jadi
jurnalis juga tidak jauh-jauh lah dengan menjadi seorang seniman film,
sama-sama bekerja di lapangan dan bertemu dengan orang banyak juga. Karena memang
itu yang aku sukai.
Kebetulan aku juga suka
menonton berita dan bahas obrolan politik dengan ayah atau paman dirumah. Aku juga
sering menirukan gaya seorang news anchor
ketika ia membacakan berita. Ya sambil berharap kalau diriku yang ada di layar kaca. Karena berita
dan jurnalis menurutku hubungannya sangat erat dengan politik. Walaupun tak
semua masalah aku mengerti, tapi selama ini aku mengikuti isu-isu yang sedang
hangat.
Setelah masuk ke
jurusan jurnalistik lalu mendapat beberapa mata kuliah tentang jurnalistik,
minat ku akan film makin terlupakan. Mindset
ku langsung berubah menjadi jurnalis lebih keren deh kayaknya, hehehe… dan
menjadi jurnalis di tv lah nanti yang akan aku pilih. Kenapa jurnalis tv? Karena
yang aku tahu dan bayangkan jadi jurnalis tv itu lumayan mudah. Hanya dengan melihat kondisi sekitar, lalu membacakan dengan lantang di depan kamera apa saja yang terjadi dan. Melaporkan suatu
kejadian ke khalayak dalam bentuk reportase, menjadi jurnalis yang meliput pada
program tv tertentu, dan yang goalnya
lagi bisa jadi seorang news anchor. Waaaaaa……
Seperti yang dikatakan
Najwa Shihab “karena kalo tv itu real,
what you see is what you get. Jadi apa yang orang liat ya begitu adanya,
jadi ketika kita terlihat tidak siap ya orang juga akan melihatnya”.
Menjadi jurnalis sepakbola
juga menjadi salah satu impianku. Pernah bermimpi jika aku menjadi, aku akan
menjadi jurnalis sepakbola yang ditugaskan di Inggris. Bisa meliput kegiata
dan pertandingan liga terbesar di dunia yaitu Liga Primer Inggris. Sambil bisa lebih sering melihat tim favoritku berlaga yaitu Arsenal.
Jadi untuk sekarang
yang aku lakukan adalah banyak-banyak mendalami profesi ini, banyak belajar
dari yang berpengalaman, tak lupa banyak menggali dari buku. Menjadi seorang
jurnalis. Semangat!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar