Jumat, 28 Oktober 2016

Waspada Kekerasan seksual Terhadap Anak

Kekerasan terhadap anak adalah tindak kekerasan secara fisik, seksual, penganiyaan emosional, atau pengabaian terhadap anak. Sekarang ini makin banyak terungkapnya kasus kekerasan terhadap anak, yang paling tinggi adalah kekerasan seksual pada anak.

Kekerasan seksual terhadap anak kebanyakan dilakukan oleh orang terdekat. Bisa karena penyakit yang diderita si pelaku atau memang sengaja melakukan. Yang lebih memperihatinkan, ada beberapa kasus yang dilakukan oleh oknum pengajar. Mereka yang seharusnya mengayomi serta menjaga si anak malah sebaliknya, melakukan tindakan yang tak pantas.

Salah satu kasusnya yang terjadi di SD Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Dilakukan oleh EA (35), seorang guru Bahasa Inggris. Berawal dari seorang siswa yang melapor ke orang tua bahwa ia tidak mau lagi mengikuti pelajaran Bahasa Inggris karena sering dipeluk dan dicium pelaku.

Seperti yang dilansir liputan6.com, Januari-Mei 2016 sudah terjadi 298 kasus kekerasan seksual terhadap anak. Abdul Haris Semendawai ketua LPSK dalam wawancara dengan kompas.com, menyatakan bahwa kasus kekerasan seksual terhadap anak banyak yang terbengkalai atau proses hukumnya tidak berjalan. Jadi sebenarnya masih banyak kasus yang belum terungkap dan terselesaikan.

Mencegah Kekerasan Seksual Terhadap Anak

1.  Perlakukanlah anak dengan sabar, penuh keramahan, sopan santun, agar si anak akan dengan mudah menceritakan jika ada sesuatu yang terjadi pada dirinya.
2.     Berikan pengampunan jika si anak melakukan salah dan jangan segan memberikan pujian ketika ia berbuat baik.
3. Berikan pengertian dan pemahaman mengenai perbuatan yang biasa dilakukan pelaku kekerasan agar tidak terjadi kekerasan.
4.  Beri pengertian agar tidak ada seorang pun yang boleh menyentuh bagian tubuh tertentu.

Bila Sudah Terjadi Kekerasan Terhadap Anak

1.     Bila kekerasan sudah terjadi dan anak menceritakan yang dialaminya, sikap tenang diperlukan untuk tidak memarahi atau menyalahkan.
2.     Suasana nyaman dan pengertian akan membuat anak dapat berbicara.
3.     Yakini dengan kasih agar si anak juga tetap tenang dan anda akan menolong agar tidak terjadi kekerasan lagi.
4.     Laporkan kepada pihak berwajib.

5 komentar:

  1. Wah brmanfaat bgtt nih artikelnya

    BalasHapus
  2. Artikelnya sangat menarik dan berguna sekali

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Sangat memprihatinkan jika seorang pendidik di sekolah justru menjadi pelaku tindak pelecehan seksual..

    BalasHapus
  5. iya nih zaman sekarang makin banyak kasus pelecehan seksual

    BalasHapus